Jumat, 28 Agustus 2015
Pecinta Alas Kaki : A way of life
Detik-detik berganti menit ,menit-menit pun berganti jam dan jam perlahan lahan menjadi hari dan seterusnya putaran waktu itu berjalan maju. Ku langkahkan kaki ini ku cari jati diri ku telusuri jalan hidup ini, krikil-krikil kecil beserta jembatan duri pun sudah pernah ku rasakan. Walaupun sempat aku tertatih tak ku hentikan langkahku ini, pelan-pelan ku pijakan lagi kaki ini bersama alas kaki, ku langkahkan pelan-pelan bersama indahnya lecutan sakit yang menyemangati ku untuk terus melaju, hingga sampai pada titik dimana aku tak sadarkan diri. Iya, aku tak sadar aku sudah berlari sangat jauh, aku sudah tak lagi tertatih dan tak sudah lagi merasakan lecutan itu .
Setelah tualang panjang aku menyempatkan diri untuk memperistirahatkan langkah kaki ini sejenak. Ku rentangkan kaki ku pandangi alas kaki ku yang mungkin sudah nampak lusuh dipandang orang tapi tetap indah ku pandang. Aku sangat mencintai alas kaki ku aku merawatnya seperti aku merawat diri aku menyayangi lebih dari diri. Aku tak ingin ia basah terkena air hujan aku tak ingin ia kelelahan, ia satu-satunya tempat ternyaman untuk melangkahkan kaki dan sanggup menemani sejauh kaki ini melangkah, ia salah satu saksi bisu perjalanan hidup manusia .
Kini bersama mereka (alas-alas kaki) aku lebih banyak ingin mencintai hidup dan menikmati hidup, menikmati kumpulan pelajaran-pelajaran kecil yang menjadikan kaki ini semakin kuat dan tabah untuk terus melaju. Teruntuk kamu-kamu (alas kaki) ayo melangkah lagi dan buat pijakan lebih kuat .
Langganan:
Komentar (Atom)
